Jangan Paksakan Gaya Hidup
Oleh : Cecep Nurhadi
Tidaklah sedikit manusia yang mengedepankan sebuah gaya dan gengsi yang begitu besar bahkan mereka rela memberatkan ataupun hidup mereka tmendapatkan beban yang berat. Ya, begitulah kehidupan yang tidak dibarengi dengan keimananyang teguh dan hati yang lapang menerima apa yang telah Tuhan berikan kepadanaya.
Terkadang sering kita amati seseorang rela untuk menyusahkan atau memberatkan beban kehidupannya demi gaya hidup mewah, atau hati yang sulit menerima kehidupan sederhana. Diantanya orang yang rela mencempungkan dirinya kepada sales kredit barang atau kendaraan.
Kalau kita berfikir dan mengamati hal seperti itu, pasti setiap orang akan berfikir berkali-kali untuk kredit barang atau kendaraan, bahkan ada yang menyebut duni sales kredit begitu kejam, bahkan saya penulis disini setuju dengan perkataan seperti itu, coba kita amati ketika kita ikut turun kedalam kehidupan seperti itu, mengabdikan diri untuk ikut kredit barang atau kendaraan begitu besar kerugian dan beban pikiran kita. Bahkan dampak akibat buruk terhadapnya begitu besar.
Masih belum percaya, dan masih tetap ingin kredit barang atau kendaraan? Mari kita uraikan, dari sales kredit motor contoh kecilnya, ketika seseorang mau mengkredit sebuah motor misalnya, pada awalnya pasti ada yang dinamakan dengan DP singkatan dari down payment atau dalam dunia ekonomi diartirkan sebagai pembayaran uang muka di awal dalam persentase tertentu dari harga total sebuah barang.
Misalkan dari harga 1 unit motor seharga Rp 19jt misalkan, sedangkan uang mukanya (DP) seharga Rp 2jt akan tetapi ada juga yang dibawah harga 2jt sedangkan masa ansuran atau kredit selama 36 bulan atau sama dengan 3th sedangkan angsuran /bulannya seharga Rp. 800 coba kita hitungkan rinciannya, 800x36=28.800.000 ditambah dp tadi 2jt jadi 30.800.000 itu harga motor kalau di kredit padahal harga awalnya hanya 19jt. Saya sekarang mau tanya apakh anda tetap mau beli motor 19jt dengan harga 30,8jt.?
Seandainya nih selama angsuran tiga tahun itu anda lancar angsuran dan setelah tiga tahun motor itu menjadi milik anda, dan suatu saat anda jual kira-kira laku berapa? Paling juga laku kurang lebih sekitar 12jt kalau motornya masih mulus, kalau sudah banyak kerusakan, kira-kira laku berapa. Coba pikirkan berapa selisih keuntungan sales kredit.
Tidak sedikit orang-orang disekitar kita karena tenggelam dalam mengedepankan gengsi yang tinggi dalam memenuhi tuntutan gaya hidup yang lambat laun mencegik dan memberatkan kehidupannya kedepan. Apakah tidak ada cara lain selain kredit? Kenapa harus tercemplung kedalam lautan riba. Sesungguhnya ketika kita bersabar dan ikhtiar dibarengi doa kepada Tuhan, pastilah ada jalan keluar baginya, seperti kata-kata yang sering kita dengar “banyak jalan untuk menuju roma” jangan hanya karena kepanasan oleh kawan, atau kepanasan tetangga sebelah memiliki ini dan itu, kita menjadi lupa akan kebutuhan yang sesungguhnya.
Kebutuhan dengan keinginan itu sangat berbeda jauh kawan, jangan sampai karena kita kepanasan oleh orang lain, kehidupan yang sesungguhnya kita butuhkan terbengkalai hanya karena keinginan kita, makanya jangan terlalu memaksakan keinginan yang sebenarnya bukan hal yang anda butuhkan maka dari itu banyak yang berkata “kawan bergayalah sesui isi dompetmu” ketika kita cermati kata-kata ini memiliki makna yang besar dan luas.
Pesan yang ingin saya sampaikan ialah mari kita sama-sama bersabr dalam menjalani kehidupan ini dan senantiasa berpikir dengan baik dan senantiasa memikirkan ulang ketika kita ingin terjun kedalam dunia sales kredit yang sangat kejam ini. Sebaiknya maupun dalam keadaan terdesak bahkan keadaan yang sangat menjepit kita jangan sampai kita tenggelam kedalam lautan sales kredit yang kejam itu. Kenapa demikian, karena penulis pernah mengalami hal diatas dan berharap dengan tulisan ini dapat menyadarkan para pembaca untuk berpikir kembai dalam urusan riba yang manis akan tetapi beracun (sales kredit yang sangat kejam) agar tidak mengalami hal yang sama seperti yang dialami oleh penulis.
MasyaaAlloh bang cecep
BalasHapusMaasyaa Allah ustadz Cecep Nurhadi alhafidz. war biasa
BalasHapus